Bisa dibilang, camping terasa kurang lengkap jika tidak ada nyala api unggun. Duduk melingkar, berbagi cerita, memanggang sosis, atau sekadar memandangi bara api di tengah udara dingin Batu Malang adalah memori yang akan terus membekas.

Namun, di balik kehangatannya, api unggun bisa menjadi bencana jika tidak dikelola dengan benar. Kebakaran hutan hingga rusaknya vegetasi rumput akibat sisa pembakaran adalah masalah yang sering terjadi. Agar tetap aman dan ramah lingkungan, ikuti tips membuat api unggun berikut ini.

1. Gunakan "Fire Ring" atau Area yang Disediakan

Jangan pernah membuat api unggun langsung di atas rerumputan hijau! Jika pengelola *camping ground* sudah menyediakan tong atau *fire pit* (cincin api dari batu bata/besi), wajib gunakan tempat tersebut. Jika Anda berada di alam liar, cari tanah kosong tanpa rumput, dan susun batu melingkar sebagai pembatas agar api tidak merambat tertiup angin.

2. Siapkan 3 Jenis Bahan Bakar

Membuat api langsung dengan balok kayu besar adalah hal yang mustahil. Anda membutuhkan urutan bahan dari yang terkecil:

  • Tinder (Pemancing Api): Ranting super kecil, daun pinus kering, kapas, atau kertas. Bahan ini sangat mudah menyala walau hanya dengan percikan korek.
  • Kindling (Ranting Sedang): Ranting seukuran ibu jari. Masukkan ini saat *tinder* sudah menyala stabil untuk membesarkan volume api.
  • Fuelwood (Kayu Utama): Balok kayu besar yang menjadi bahan bakar utama agar api menyala tahan lama dan menghasilkan bara yang panas.

3. Jaga Jarak Aman dari Tenda

Percikan bara api (sparks) sering kali beterbangan saat ditiup angin. Bahan tenda (nilon/polyester) sangat sensitif terhadap panas dan akan langsung berlubang bolong jika terkena percikan ini. Pastikan jarak api unggun minimal 3-5 meter dari posisi tenda Anda, dan perhatikan arah angin.

Menikmati kehangatan api unggun di depan tenda

Duduk melingkari perapian sembari menyeduh minuman hangat adalah esensi sejati dari camping di pegunungan.

4. Cara Mematikan Api Secara Tuntas

Ini adalah bagian terpenting! Jangan pernah meninggalkan sisa api unggun yang masih berasap untuk tidur di dalam tenda.

Siram bara api perlahan dengan air, lalu aduk-aduk abunya menggunakan ranting, dan siram kembali hingga Anda tidak lagi mendengar suara desisan panas. Pastikan abunya benar-benar dingin jika Anda menyentuhnya dengan bagian belakang telapak tangan.

Nikmati Fasilitas Perapian di Batu Sunrise Camp

Mencari kayu bakar kering di malam hari atau repot membuat tungku api mungkin melelahkan setelah perjalanan panjang. Di Batu Sunrise Camp, Anda bisa *request* fasilitas kayu bakar atau paket api unggun privat/bersama. Kami telah menyediakan alas api (*fire pit*) yang aman sehingga Anda bisa menikmati kehangatan tanpa khawatir merusak alam sekitar atau tenda Anda!